Bagaimana ya cara menghitung biaya egress Google Cloud di region Jakarta? Bisa jadi Anda ada keperluan migrasi dari co-location ke Google Cloud dan perlu menghitungan perkiraan biaya bulanan.

Berikut ini ada pertanyaan yang diajukan di grup Telegram Google Cloud Platform Indonesia pada tanggal 16 Juli 2020:

Perusahaan saya bergerak di bidang ecommerce. Sekarang sih menggunakan server di colocation, tapi capek, mau coba cloud aja. Sudah cek harga dan biaya GCP. Tapi masih bingung di soal bandwidth.

Sekarang langganan bandwidth 10 Mbps IIX, operasional masih oke. Tapi kalau jadi dihitung per GB di Google Cloud, gimana cara menghitungnya ya?

Jawaban untuk pertanyaan tersebut

Halo,

perusahaan Bapak bergerak di bidang web ecommerce, selama ini menggunakan server colocation dengan sewa bandwidth dedicated 10 Mbps IIX.

Sebenarnya di Google Cloud ada beberapa pricing network egress yang berbeda seperti di VPC dan Cloud Storage. Namun kita asumsikan saja semua traffic egress adalah dari VPC.

Bapak bisa melihat detil pricing di halaman VPC Google Cloud berikut ini yaitu di bagian “Internet egress rates”:
https://cloud.google.com/vpc/pricing#internet_egress

Pilihkan region Jakarta (asia-southeast2). Anda akan melihat tabel kurang lebih seperti ini:

Jika mayoritas web ecommerce diakses dari Indonesia, kita gunakan kolom “Network (Egress) Worldwide Destinations” dengan harga $0.19/GB untuk total trafik bulanan sampai 1 TB.

Cara Menghitung Biaya Egress Google Cloud


Jika ingin menghitung perkiraan biaya egress, maka perlu mengukur total bandwidth rata-rata per bulan. Pengukuran yang paling akurat adalah menghitung total network out di server app dan server web dalam rentang satu bulan.

Misalkan dalam satu bulan total network out adalah 200GB:

Biaya Egress = Biaya per GB x Total Network Out
Biaya Egress = $0.19/GB x 200 GB
Biaya Egress = $38 (sekitar Rp 551.000 dengan kurs Rp 14.500 per USD)

Metode Hitung Biaya Egress dengan bantuan data Google Analytics


Jika tidak memungkinkan melakukan pengukuran network out di server app dan server web karena satu dan lain hal, maka silahkan coba menghitung perkiraan biaya egress Google Cloud dengan bantuan data Google Analytics atau tools sejenis.

Dari data Google Analytics situs ecommerce, ambil data berikut dalam rentang satu bulan:

  1. total visitor web ecommerce-nya
  2. rata-rata pageview per visitor


Lalu siapkan laptop, pasang tools untuk mengukur total data received, atau bisa cek kuota data internet yang berkurang. Silahkan eksplorasi sendiri tools yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

Lakukan simulasi mengakses web ecommerce-nya sebagai visitor atau customer biasa, wajib menggunakan mode private atau incognito agar tidak ada bias cache data. Silahkan lakukan lihat-lihat barang dan sebagainya, sebanyak rata-rata pageview per visitor dari Google Analytics. Catat total data received.

Simulasi tadi perlu dilakukan dalam repetisi yang banyak misalkan 10 sampai 20, lalu ambil rata-ratanya (kita sebut sebagai Received Data).

Lanjut dengan menghitung perkiraan total egress bulanan dengan rumus:

Total Egress = Total Visitor x Received Data


Misalkan dalam satu bulan ada 100.000 visitor. Lalu dari hasil simulasi, didapat bahwa setiap visitor menimbulkan 5 MB data egress. Maka biaya egress dapat dihitung:

Total Egress = Total Visitor x Egress per Visitor
Total Egress = 100.000 x 5 MB
Total Egress = 500 GB

Biaya Egress = $0.19/GB x 500 GB
Biaya Egress = $ 95 (sekitar Rp 1.400.000 dengan kurs Rp 14.500 per USD)


Sekian panduan cara menghitung perkiraan biaya egress Google Cloud di Jakarta dari Dojotek, konsultan dan rekan strategi multi-cloud Anda.